Minggu, 26 Februari 2012

Menyayangi Masa Muda


Masa muda adalah masa yang sangat cemerlang untuk berproses, mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya guna menongsong hari esok yang lebih cerah. konsentrasi seseorang di masa muda lebih mudah diwujudkan sebelum mempunyai kesibukan yang dapat memecah konsentrasinya, banyak orang menyesal karena telah kehilangan masa mudanya tanpa menghasilkan sesuatu yang bernilai dan berharga, minimal bermanfaat buat dirinya sendiri. Hal ini disebabkan tidak adanya planing yang jelas dalam mengatur dan menggunakan waktunya dengan sebaik mungkin dikala ia masih muda. Padahal kalau kita mau berfikir dan sedikit merenung saja, kita akan tahu betapa berharganya hidup ini untuk disia-siakan, sungguh sangat merugi orang-orang yang menyia-nyakan masa mudanya yang sangat produktif ini.
Seringkali kita mendengar bahkan tidak jarang kita melihat dan menyaksikan para tokoh-tokoh islam di seluruh penjuru dunia yang telah sukses mengejar karirnya sampai ke puncak kejayaan dan kemapanan finansial, dimana kesuksesan yang mereka nikmati saat ini tidak lepas dari kesungguhan masa muda sebagaimana yang kita lewati sekarang ini. Pertanyaanya: mampukah kita berhasil seperti mereka?. Yang jelas tidak ada kata “mustahil” selama kita mau berusaha dan berdoa.
Sebagian orang merasa kurang yakin dan tidak percaya diri dengan kondisi ekonomi yang mereka hadapi saat ini, bahkan dianggap tidak sesuai dengan tingginya cita-cita yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun. Tidak jarang rendahnya pendidikan keluarga juga dijadikan penghalang utama untuk terus mengejar angan dan impiannya (sukses tanpa batas).  Jika perasaan seperti ini terus dibiarkan berlarut-larut maka akan berdampak negatif terhadap perkembangan mental di samping dapat merobohkan semangat yang mereka miliki sehingga menyebabkan putus asa dan menyerah pada keadaan. Kalau saya boleh memberi saran,  perasaan kerdil semacam ini sebaiknya dibuang jauh-jauh dari memori otak kita, mari perhatikan betapa banyak orang sukses di sekitar kita berasal dari keluarga yang sangat sederhana dan bahkan sebagian orang tua mereka tidak mengenal baca tulis (buta huruf), namun mereka pantang menyerah dan terus berusaha hingga akhirnya muncul sebagai pemenang.
Ingat, dibalik keterbatasan itu ada energi supranatural yang tidak dimiliki anak orang kaya, jika energi tersebut diolah dengan baik maka akan menghasilkan sesuatu yang sangat berharga dan menakjubkan. So, jangan pernah berputus asa karena tuhan tidak akan menelantarkan hamba-hambanya yang jujur dalam memperbaiki diri dan memaksimalkan usaha.
Diantara wasiat Rasulullah yang searah dengan tema ini adalah “melewati masa muda dengan sebaik-baiknya sebelum datang penyesalan di hari tua” , jangan sampai kita menyesal setelah terlanjur kehilangan kesempatan emas yang tidak akan datang dua kali, gunakan waktu semaksimal mungkin karena waktu adalah pedang sebagaimana pepatah arab mengatakan, jika tidak dipergunakan dengan baik maka ia akan menusuk jantung kita sendiri. SELAMAT BERPROSES SEMOGA BERHASIL..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar